Blog

  • Layanan Keanggotaan sebagai Pintu Awal Pemanfaatan Perpustakaan

    Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca dan mencari buku, tetapi juga menyediakan berbagai layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah layanan keanggotaan yang menjadi tahap awal bagi pengunjung untuk memanfaatkan layanan perpustakaan lainnya. Melalui layanan ini, masyarakat dapat membuat dan memperpanjang kartu anggota yang digunakan untuk mengakses fasilitas perpustakaan. Karena menjadi salah satu pintu awal pelayanan, proses keanggotaan perlu didukung oleh informasi yang jelas, sistem yang baik, dan pelayanan yang tepat.

    Selama melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor, saya lebih banyak dan paling lama ditempatkan di bagian keanggotaan. Saya terlibat dalam melayani pengunjung yang ingin membuat maupun memperpanjang kartu anggota, mulai dari memeriksa persyaratan, memberikan informasi, mencari dan menginput data, hingga membantu proses penerbitan kartu anggota digital. Dari pengalaman tersebut, saya dapat melihat secara langsung kondisi pelayanan sekaligus beberapa kendala yang dihadapi.

    Salah satu kendala yang ditemukan adalah masih adanya pengunjung yang belum mengetahui bahwa KTP yang digunakan harus berdomisili di Kota atau Kabupaten Bogor. Akibatnya, terdapat pengunjung yang datang dengan KTP dari luar wilayah tersebut sehingga proses pembuatan atau perpanjangan kartu tidak dapat dilanjutkan. Saya pernah menemui pengunjung yang sudah tinggal di Bogor, tetapi KTP-nya masih berdomisili Jakarta. Pengunjung tersebut sebelumnya sudah memiliki kartu anggota dan datang untuk melakukan perpanjangan, tetapi tidak dapat diproses karena persoalan domisili. Ia kemudian menanyakan sejak kapan ketentuan tersebut berlaku. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penyampaian informasi yang jelas, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya sudah pernah menggunakan layanan perpustakaan.

    Kendala lainnya berasal dari jaringan Wi-Fi yang terkadang mengalami gangguan. Karena pelayanan keanggotaan menggunakan sistem untuk mencari dan memasukkan data, gangguan jaringan dapat memperlambat proses pelayanan dan membuat pengunjung menunggu lebih lama. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada sarana dan sistem yang digunakan.

    Selain itu, ketelitian dalam input data juga perlu diperhatikan. Pernah terdapat pengunjung yang ingin memperpanjang kartu anggota tetapi tidak membawa kartu sebelumnya dan hanya mengingat NIK. Ketika data dicari menggunakan NIK, data tidak ditemukan. Setelah dicari berdasarkan nama, data tersebut ditemukan dan diketahui terdapat kesalahan pada salah satu angka NIK yang sebelumnya diinput. Dari kejadian ini terlihat bahwa kesalahan kecil dalam penginputan dapat menyulitkan proses pelayanan berikutnya.

    Menurut saya, beberapa kendala tersebut dapat diminimalkan melalui penyampaian informasi yang lebih mudah diakses, terutama mengenai persyaratan domisili. Informasi dapat disampaikan melalui media sosial, website, maupun papan informasi di area pelayanan. Di sisi lain, kestabilan jaringan perlu diperhatikan agar tidak menghambat proses pelayanan, sedangkan ketelitian dalam input data perlu ditingkatkan dengan melakukan pengecekan kembali sebelum data disimpan.

    Pengalaman selama KKL membuat saya memahami bahwa layanan keanggotaan bukan hanya proses administratif untuk memperoleh kartu anggota. Di dalamnya terdapat pemeriksaan dokumen, pengelolaan data, penggunaan sistem, dan komunikasi dengan masyarakat. Pelayanan yang baik bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang ketepatan dan kejelasan informasi. Dengan sistem yang mendukung, informasi yang mudah dipahami, serta petugas yang teliti dan komunikatif, layanan keanggotaan dapat menjadi awal yang baik bagi masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan secara lebih luas.

  • Kegiatan Apel Pagi Rutin Polresta Bogor Kota

    KOTA BOGOR- Senin, 31 Agustus 2026 Polresta Bogor Kota melaksanakan kegiatan apel pagi rutin sebagai bagian dari upaya meningkatkan kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta soliditas personel dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.

    Kegiatan apel pagi dilaksanakan di halaman Mapolresta Bogor Kota dan diikuti oleh para pejabat utama, perwira, serta seluruh personel Polresta Bogor Kota. Apel berlangsung dengan tertib dan penuh kedisiplinan.

    Dalam kegiatan tersebut, pimpinan apel menyampaikan sejumlah arahan kepada seluruh personel, khususnya terkait pelaksanaan tugas sehari-hari, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, menjaga sikap profesional, serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polresta Bogor Kota.

    “Apel pagi merupakan kegiatan rutin yang menjadi sarana untuk mengecek kesiapan personel sekaligus menyampaikan arahan dan informasi terkait pelaksanaan tugas. Saya berharap seluruh anggota dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar pimpinan apel.

    Selain sebagai sarana penyampaian arahan, apel pagi juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antaranggota. Melalui kegiatan tersebut, setiap personel diharapkan memahami tugas dan tanggung jawabnya serta mampu bekerja secara optimal dalam menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

    Pimpinan apel juga mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjaga integritas, meningkatkan kewaspadaan, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. Hal tersebut penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

    Pelaksanaan apel pagi rutin ini merupakan salah satu bentuk kesiapan Polresta Bogor Kota dalam menjalankan tugas kepolisian, baik dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, maupun pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

    Kegiatan apel pagi berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Setelah apel selesai, seluruh personel melanjutkan pelaksanaan tugas dan kegiatan sesuai dengan fungsi serta tanggung jawab masing-masing..

  • Wisata Pustakaloka Hadirkan Pengalaman Edukatif bagi Pengunjung Perpustakaan Kota Bogor

    KOTA BOGOR — Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor menerima kunjungan dari SPS Melati dalam kegiatan Wisata Pustakaloka (WPL) pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal perpustakaan, koleksi buku, serta berbagai fasilitas yang tersedia melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan edukatif.

    Wisata Pustakaloka telah dilaksanakan sejak awal 2023 dan terbuka bagi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga kunjungan mahasiswa. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal berbagai fasilitas Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, seperti Ruang Baca Anak, Ruang Baca Utama, Galeri Bumi Parawira, dan Auditorium Bima Arya. Peserta juga dapat mengikuti kegiatan edukatif dan kreatif yang disesuaikan dengan rangkaian kunjungan.

    Menurut salah satu petugas WPL, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan perpustakaan kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan. “Tujuan utama dari program Wisata Pustaka Loka (WPL) sangat baik, yaitu mengenalkan perpustakaan kepada anak-anak sebagai tempat belajar, bermain, berekreasi, dan mencari informasi dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa kegiatan WPL diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan baru kepada peserta sekaligus mendorong mereka untuk lebih tertarik membaca dan berkunjung ke perpustakaan. “Saya berharap anak-anak menjadi lebih tertarik untuk membaca, berani mengeksplorasi berbagai buku dan informasi, serta memiliki kebiasaan berkunjung ke perpustakaan,” tambahnya.

    Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pendaftaran kunjungan dilakukan maksimal satu bulan sebelum jadwal kunjungan agar tidak terjadi bentrokan dengan sekolah atau kelompok lain. Dalam satu hari, WPL menerima hingga tiga kloter kunjungan, yaitu pukul 08.00–10.00 WIB, 10.00–12.00 WIB, dan 13.00–15.00 WIB. Kapasitas peserta mencapai sekitar 85 orang apabila menggunakan auditorium, sedangkan kunjungan tanpa penggunaan auditorium dapat menampung sekitar 100 hingga 150 peserta.

    Melalui Wisata Pustakaloka, perpustakaan dihadirkan sebagai ruang edukasi yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai tempat belajar dan berekreasi. Kegiatan kunjungan SPS Melati menjadi salah satu bentuk upaya untuk mendekatkan anak-anak dengan dunia literasi serta membangun ketertarikan mereka terhadap buku dan perpustakaan sejak usia dini.

  • Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor Kenalkan Perpustakaan Sejak Dini Melalui Program Wisata Pustaka Loka

    KOTA BOGOR – Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor mengenalkan perpustakaan kepada anak-anak sejak usia dini melalui program Wisata Pustaka Loka (WPL). Program ini menjadi salah satu upaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai tempat belajar, bermain, berekreasi, dan mencari informasi.

    Wisata Pustaka Loka dirancang sebagai kegiatan kunjungan edukatif yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal lingkungan perpustakaan dan berbagai fasilitas yang tersedia. Melalui program ini, anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada buku dan ruang baca, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar di lingkungan perpustakaan dengan suasana yang menyenangkan.

    Salah satu pelaksanaan program WPL berlangsung pada 23 Agustus 2026 dengan melibatkan 28 peserta dari TK SPS Melati. Dalam kunjungan tersebut, peserta mengikuti kegiatan di auditorium serta mengunjungi Galeri Bumi Parawira dan ruang baca anak sebagai bagian dari pengenalan lingkungan Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor.

    Menurut Asyara Putri Rahayu, Staff Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, program WPL memiliki tujuan untuk memberikan pengalaman kepada anak-anak dalam mengenal perpustakaan dengan cara yang menyenangkan.

    “Tujuan utama dari program Wisata Pustaka Loka (WPL) sangat baik, yaitu mengenalkan perpustakaan kepada anak-anak sebagai tempat belajar, bermain, berekreasi, dan mencari informasi dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan seperti ini juga dapat menumbuhkan minat baca dan kecintaan anak terhadap buku serta perpustakaan sejak dini,” ujar Asyara Putri Rahayu.

    Ia berharap kegiatan WPL dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi anak-anak, sekaligus mendorong mereka untuk lebih tertarik membaca dan mengeksplorasi berbagai buku serta informasi yang tersedia di perpustakaan.

    “Saya berharap anak-anak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, menjadi lebih tertarik untuk membaca, berani mengeksplorasi berbagai buku dan informasi, serta memiliki kebiasaan berkunjung ke perpustakaan. Saya juga berharap kegiatan ini dapat membuat anak-anak memahami bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas, tetapi bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan,” tambahnya.

    Melalui program Wisata Pustaka Loka, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor berupaya mendekatkan perpustakaan kepada anak-anak sejak usia dini. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan minat baca, kecintaan terhadap buku, serta kebiasaan berkunjung ke perpustakaan melalui pengalaman belajar yang edukatif dan menyenangkan.

  • Polwan Polda Jabar Goes to School, Edukasi Pelajar SMA 8 Bandung Cegah Kekerasan dan Bullying

    Dalam rangka HUT Polwan ke-78, Polwan Polda Jawa Barat menggelar “Polwan Goes to School” di Aula/Gedung Serbaguna SMA 8 Bandung, Kamis (27/8/2026), Mengusung tema “Menjadi Remaja yang Aman, Sehat dan Bertanggung jawab”, kegiatan ini diikuti 580 peserta, terdiri dari 540 siswa kelas XI, 20 guru, dan 20 Polwan.

    Kegiatan dibuka oleh Kepala SMA 8 Bandung, Drs. H. Yudin Wahyudin, M.Pd., bersama Ketua Panitia HUT Polwan ke-78, AKBP Reni Marthaliana, S.H., M.M.Materi disampaikan Kompol M. Dewi Candra, S.H., M.H., Kasubdit Ditres PPA dan PPO Polda Jabar sekaligus Ketua Seksi Acara Edukasi dan Sosialisasi “Polwan Goes to School”. Materi meliputi pengertian dan bentuk kekerasan serta bullying, kekerasan seksual dan kekerasan seksual berbasis elektronik, pemenuhan hak korban, mekanisme penanganan perkara di sekolah maupun kepolisian, serta cara pencegahan dan penanganan kekerasan.

    Dalam kegiatan tersebut juga disosialisasikan program Rise and Speak dan Jaga Rawat Jawa Barat, dilanjutkan diskusi dan tanya jawab. Polwan Polda Jabar turut memberikan plakat dan cendera mata kepada Kepala SMA 8 Bandung serta hadiah kepada para siswa sebagai apresiasi atas partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polwan Polda Jabar dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada generasi muda.

    “Melalui Polwan Goes to School, kami mengajak para pelajar untuk mengenali, mencegah, dan berani menyampaikan apabila menemukan kekerasan maupun bullying. Sekolah yang aman membutuhkan kepedulian dan peran bersama,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Jum’at (28/8/2026)

    Polda Jabar berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran pelajar serta mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bertanggungjawab dan bebas dari kekerasan serta bullying.

  • Kapolda Jabar Turun Langsung Dekati Warga Lewat Jum’at Keliling, Pesan Kamtibmas Menggema di Cimahi

    Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., kembali menunjukkan komitmennya memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat. Melalui agenda Jum’at Keliling, Kapolda Jabar hadir langsung di tengah masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat dengan ulama, tokoh agama dan warga,Jum’at (28/08/2026)

    Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jabar didampingi Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.Si., serta jajaran pejabat utama Polda Jabar dan Polres Cimahi. Kehadiran jajaran kepolisian ini menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri untuk memastikan komunikasi dengan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan formal, tetapi juga melalui ruang-ruang keagamaan dan kemasyarakatan.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Pimpinan Masjid Misykatul Anwar Drs. Syaiful Karim, M.Si.; Karo SDM Polda Jabar Kombes Pol Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.Si., M.H.; Dir Intelkam Polda Jabar Kombes Pol Sukendar Eka Ristyan, S.I.K.; Dir Binmas Polda Jabar Kombes Pol Wadi Sa’bani, S.H., S.I.K., M.H.; Kabid Propam Polda Jabar Kombes Pol Adiwijaya, S.I.K.; Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR.; Koorspripim Polda Jabar AKBP M. Amirul Hakim, S.I.K., M.Si.; Wakapolres Cimahi Kompol Zulkarnaen, S.H., S.I.K., M.I.K.; Kapolsek Cimahi Kompol Donny Irawan, S.H.; Wakapolsek Cimahi AKP Asep Ratman, S.H.; para PJU Polres Cimahi, Camat Cimahi Utara Muhammad Nur Efendi, S.STP., M.Si.; Lurah Cibabat Syahrizal Yusuf, S.T., M.Si.; Kanit Intelkam Polsek Cimahi AKP Agus Supriyanto, S.H.; serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Cibabat.

    Melalui Jum’at Keliling, Kapolda Jabar kembali menegaskan bahwa Polri harus hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan penanganan persoalan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan ruang untuk berdialog, bersilaturahmi dan bersama-sama membangun keamanan. Sinergi antara kepolisian, ulama, tokoh masyarakat dan seluruh warga diharapkan menjadi kekuatan utama dalam menjaga Jawa Barat tetap aman, damai dan kondusif.

    Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto mengatakan, Jum’at Keliling Kapolda Jabar merupakan agenda rutin yang diarahkan untuk memperkuat tali silaturahmi dengan para ulama dan tokoh agama.

    “Selain menjalankan kegiatan keagamaan, momentum tersebut dimanfaatkan untuk membangun komunikasi harmonis, menyerap aspirasi, serta mendengarkan secara langsung berbagai masukan masyarakat terkait situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka,” ujarnya.

    Kapolda Jabar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyerahkan persoalan keamanan hanya kepada kepolisian. Menurutnya, terciptanya lingkungan yang aman, damai dan kondusif membutuhkan keterlibatan bersama melalui kepedulian, komunikasi serta semangat gotong royong.

    “Keamanan bukan hanya tugas polisi. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib dan kondusif,” menjadi semangat utama yang dibangun melalui kegiatan Jum’at Keliling tersebut,” tambah Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto.

    Lebih lanjut, Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto menyampaikan, pendekatan langsung kepada masyarakat dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

    “Dengan turun langsung, polisi dapat mendengar berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara aparat keamanan, tokoh agama dan warga,” tandas Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto.

    Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Masjid Misykatul Anwar, Drs. Syaiful Karim, M.Si., juga menyampaikan khutbah yang mengangkat sejumlah pesan keagamaan. Ia mengingatkan jamaah mengenai dua waktu penting dalam kehidupan manusia, yakni saat dilahirkan ke dunia dan saat manusia dipanggil kembali menghadap Allah SWT.

    Khutbah juga mengulas makna kelahiran secara fisik dan spiritual serta pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi sarana untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

    “Nilai-nilai seperti shiddiq atau kejujuran, amanah, kasih sayang dan kesabaran ditekankan sebagai akhlak mulia yang harus diwujudkan secara nyata. Selain itu, umat juga diajak memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam,” tutup Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto.

    Bandung 28 Agustus 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Wakapolda Jabar Pimpin Pengecekan Alarm Stelling, Pastikan Kesiapsiagaan Personel

    Dalam rangka memastikan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi kontijensi, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M., memimpin kegiatan pengecekan alarm stelling di Mapolda Jabar, Jumat (28/8/2026).

    Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta mekanisme pengerahan kekuatan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jawa Barat.

    Dalam pengecekan tersebut, Wakapolda Jabar memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya serta dapat merespons dengan cepat apabila alarm stelling dibunyikan. Kesiapan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam menghadapi situasi yang membutuhkan mobilisasi personel secara cepat dan terukur.

    Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya sebatas kehadiran personel, tetapi juga kesiapan mental, kemampuan, perlengkapan, serta koordinasi antarbagian.
    “Kita harus selalu siap. Setiap personel harus memahami tugasnya masing- masing dan mampu merespons dengan cepat, tepat, serta terukur apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Kesiapsiagaan ini merupakan bentuk komitmen kita dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada masyarakat,” ujar Wakapolda Jabar.

    Lebih lanjut, Wakapolda Jabar menekankan pentingnya menjaga disiplin dan komunikasi dalam setiap pelaksanaan tugas. Menurutnya, kesiapan yang dibangun secara rutin akan meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi di lapangan.

    Pengecekan alarm stelling di Mapolda Jabar ini diharapkan dapat memastikan seluruh unsur kepolisian senantiasa berada dalam kondisi siap siaga, sehingga mampu memberikan respons cepat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Jawa Barat.

  • Persepsi Masyarakat terhadap Penegakan Hukum Meningkat, Kapolda Jabar Beri Apresiasi Jajaran Reskrim

    BANDUNG — Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran personel Fungsi Reserse Kriminal (Reskrim) atas dedikasi, loyalitas, dan pelaksanaan tugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan pelayanan penegakan hukum terbaik kepada masyarakat. Rabu, (26/08/2026).

    Apresiasi tersebut disampaikan menyusul hasil survei Tim Riset PR94 pada 24–25 Agustus 2026 yang menunjukkan adanya peningkatan persepsi positif masyarakat terhadap penegakan hukum dan Kamtibmas sebesar 10 persen dibandingkan periode Juni 2026.

    Peningkatan tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan jajaran kepolisian, di antaranya intensifikasi patroli gabungan serta respons cepat dalam menangani sejumlah kasus yang menjadi perhatian masyarakat, seperti kasus penyekapan perempuan, begal, dan peredaran Obat-Obatan Keras Terbatas (OKT).

    Kapolda Jabar menegaskan bahwa hasil survei tersebut merupakan bentuk apresiasi masyarakat sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja kepolisian.

    “Sekali lagi, terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran personel Fungsi Reskrim. Data menunjukkan sudah ada peningkatan dari survei sebelumnya pada saat Commander Wish. Jangan berpuas diri, jadikan ini sebagai semangat dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat. Mari kita terus bekerja secara adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif dalam menjaga dan merawat Jawa Barat,” ujar Kapolda Jabar.

    Hasil survei tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Polda Jabar untuk memahami perkembangan harapan dan kebutuhan masyarakat terhadap penegakan hukum. Hal ini menjadi dorongan bagi jajaran untuk terus menghadirkan pelayanan yang cepat, adil, transparan, dan solutif.

    Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan bahwa Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepolisian serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelaksanaan tugas yang responsif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

  • Setetes Darah Untuk Kemanusiaan, Polwan Polda Jabar Gelar Donor Darah Dalam Rangka HUT Polwan ke-78

    Kota Bogor- Dalam rangka memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-78, Polwan Polda Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai wujud kepedulian dan semangat kemanusiaan, Jum’at (21/8/2026)

    Kegiatan ini diikuti oleh personel Polda Jabar dengan penuh antusias. Selain mempererat solidaritas dan kebersamaan, donor darah diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa melalui kegiatan tersebut, Polwan Polda Jabar terus menunjukkan komitmen untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadikan momentum HUT Polwan ke-78 sebagai semangat untuk terus mengabdi dan berbagi.

    “Melalui kegiatan donor darah ini, Polwan Polda Jabar membuktikan bahwa tugas mereka bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga hadir untuk kemanusiaan.” ungkap Hendra, Sabtu (22/8/2026)

  • Wakapolri Berikan bansos 1.000 paket untuk 2 Gapoktan Bawang putih di Cianjur

    Cianjur – Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. H. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M bagikan 1.000 paket bantuan sosial untuk para petani dan masyarakat di kaki Gunung Gede Pangrango tepatnya di Kampung Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

    Bantuan sosial yang dibagikan utamanya pada petani yang menjalankan program tanam serentak bawang putih itu berisikan sembako untuk pemenuhan kebutuhan pangan.

    Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. H. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M, mangatakan bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan dan membantu para petani selama masa tanam bawang putih.

    “Semoga bantuan ini bisa membantu para petani. Dengan kebutuhan yang tercukupi dapat fokus pada bertani bawang putih, sehingga hasil panennya dapat melimpah,” kata dia, Rabu (19/8/2026).

    Dia juga mengaku bahagia dapat memberi bantuan pada para petani. “Melihat raut bahagia dari petani dan masyarakat, tentu jadi kebagian tersendiri bagi kami. Dan juga membuktikan Polri terus hadir di tengah masyarakat,” kata dia.

    Di sisi lain, Wakapolri menyebut jika Cianjur menjadi salah satu dari 14 daerah di Jawa Barat yang dipilih untuk menjalankan program tanam serentak bawang putih untuk mewujudkan swasembada bawang putih di Indonesia.

    Menurut dia, lahan yang digunakan ialah dari PTPN, Dinas Pertanian, dan Gapoktan. Di tahap awal, total ada 44,58 hektare lahan yang sudah siap tanam.

    “Luasan lahan ini akan terus berkembang secara bertahap,” kata dia.

    Dia menjelaskan, dalam empat bulan ke depan, dari tanam serentak tersebut akan menghasilkan panen seliter lebih kurang 450 ton bawang putih.

    “Jumlah produksinya juga akan bertambah seiring penambahan lahan. Hingga target swasembada bawang putih terwujud,” kata dia.